Innalillahi, Staf Khusus Menkominfo Meutya Hafid Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti dunia pttogel pemerintahan dan media di Indonesia. Meutya Hafid, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), dilaporkan meninggal dunia pada hari Senin, 14 Juli 2025. Kabar kepergian tokoh yang dikenal luas sebagai jurnalis senior sekaligus politisi ini mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat luas.

Kabar Duka yang Mengejutkan

Kabar meninggalnya Meutya Hafid pertama kali dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui siaran pers resmi. Dalam pernyataan tersebut, Menkominfo menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan menyebut kepergian Meutya sebagai kehilangan besar bagi kementerian dan bangsa Indonesia.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, Ibu Meutya Viada Hafid, Staf Khusus Menkominfo. Beliau adalah sosok yang penuh dedikasi dan komitmen tinggi terhadap tugas negara, khususnya dalam bidang komunikasi publik dan literasi digital,” ujar Menkominfo dalam pernyataannya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya Meutya Hafid. Namun sejumlah sumber menyebutkan bahwa beliau sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari sebelumnya akibat kondisi kesehatan yang menurun.

baca juga: ridwan-kamil-marah-karena-pesawat-delay-gm-bandara-dan-pihak-maskapai-buka-suara

Perjalanan Karier yang Gemilang

Meutya Hafid dikenal luas publik sebagai seorang jurnalis, politisi, dan tokoh perempuan yang inspiratif. Ia mengawali karier sebagai jurnalis di stasiun televisi swasta dan pernah menjadi salah satu wajah utama di layar kaca dalam membawakan berita-berita penting nasional dan internasional.

Namanya semakin dikenal publik ketika ia menjadi korban penyanderaan saat meliput konflik di Irak pada tahun 2005 bersama rekannya, jurnalis cameraman Budiyanto. Peristiwa itu menjadi titik balik penting dalam karier dan kehidupannya, menjadikannya simbol keberanian dan dedikasi jurnalis Indonesia di medan berbahaya.

Setelah meninggalkan dunia jurnalistik, Meutya terjun ke dunia politik dan menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar. Ia dipercaya mengemban berbagai posisi penting, termasuk sebagai Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, informasi, dan komunikasi.

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Meutya ditunjuk sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika. Di posisi ini, ia berperan dalam merumuskan dan mengawal berbagai kebijakan strategis terkait digitalisasi nasional, penguatan literasi media, serta penanggulangan disinformasi di ruang digital.

Sosok yang Dikenal Ramah dan Tegas

Rekan-rekan Meutya, baik dari kalangan jurnalis, politisi, maupun pejabat pemerintahan, mengenang beliau sebagai pribadi yang ramah, hangat, namun sangat tegas dalam prinsip. Ia dikenal tak segan menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan isu-isu yang menyangkut kepentingan rakyat, khususnya dalam bidang informasi dan kebebasan pers.

“Saya kehilangan sahabat dan kolega yang sangat berdedikasi. Meutya bukan hanya jurnalis hebat, tapi juga pemimpin perempuan yang visioner. Ia selalu berpikir ke depan, selalu bicara dengan data dan hati,” ucap salah satu anggota DPR dalam wawancara.

Ungkapan Duka dari Berbagai Kalangan

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Media sosial dipenuhi dengan doa dan kenangan dari masyarakat yang pernah mengenal atau terinspirasi oleh sosok Meutya Hafid. Tagar #RIPMeutyaHafid dan #SelamatJalanMeutya sempat menjadi trending topic nasional.

Tak sedikit jurnalis muda yang mengaku menjadikan Meutya sebagai panutan dalam menjalani profesi mereka. Sosoknya yang gigih, profesional, dan bersahaja menjadi teladan yang sulit dilupakan.

Pemakaman Dilakukan Secara Khidmat

Jenazah Meutya Hafid dimakamkan pada hari yang sama di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dengan prosesi yang dihadiri oleh keluarga dekat, pejabat negara, rekan media, dan masyarakat. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan penuh haru.

“Selamat jalan, Mbak Meutya. Terima kasih atas pengabdianmu untuk negeri ini,” tulis salah satu kolega dari dunia jurnalis dalam unggahannya.

Penutup

Kepergian Meutya Hafid meninggalkan luka yang dalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengenalnya sebagai tokoh publik yang penuh integritas. Semoga segala amal baiknya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.

sumber artikel: www.mercatotomatopienewark.com